Sabtu, 02 Desember 2017

Mahasiswa Tingkat Akhir - Dilema

Assalamualaikum

Yuhu. Yey. Yaps akhirnya Sarah kembali, aneun ya sama Sarah?

Gak aneun?

Yaudah gapapa kok, gak maksa.

Tapi, Sarah yang kangen bisa nulis di blog, apalagi sambil curhat-curhat manja hahaha. Berhubung sekarang Sarah lagi sibuk-sibuk gak jelas di kampus, jadi maaf ya kalau Sarah jarang posting. Udah tau dong Sarah sibuk apa?

Nah, kalau misalkan ada yang belum tau, baca dulu dong kalian dipostingan Sarah sebelumnya. Langsung di klik aja kalau emang rekan-rekan belum baca postingan sebelumnya; Halo. Oke ya? Oke dong, lumayan bisa nambah-nambah jumlah viewers, syukur-syukur bisa nambah wawasan buat rekan-rekan pembaca.

Dipostingan sekarang, yang ini nih, tau kan ya Sarah sedang di posisi menjadi mahasiswa tingkat akhir tapi sayang buat kamu gak pernah berakhir, eh hahaha. Maka dari itu, Sarah kasih tema "Mahasiswa Tingkat Akhir" yaps untuk postingan sekarang dan beberapa postingan selanjutnya.

Cus langsung yuk ah!

Kenapa coba judulnya "Dilema"? Karena ya emang lagi dilema. Menurut KBBI, dilema itu memiliki makna bahwa seseorang sedang berada di situasi yang sulit dan membingungkan.

Awal bisa dilema tuh karena kemarin pagi, pas lagi jalan pulang dari pasar mau ke rumah nenek, Sarah ngelewatin tukang odong-odong. Nah ada lagu anak-anak yang penggalan baitnya tuh kaya gini nih;

"Kalau adik, dapat kawan baru sayang, kawan yang lama dilupakan jangan . . ."

Singkat gitu doang, bikin dilema yang besar. Semakin diulang-ulang penggalan lagu itu, makin menggebu-gebu dilema di hati.

Apa coba yang bikin dilema?

Setelah dengar penggalan lagu itu, Sarah keingetan sama teman-teman di kampus; lebih khususnya sih yang memang lebih sering bareng-bareng sama Sarah, siapa coba? Ya kalau emang ngerasa sering bareng Sarah, pasti ngerti kok siapa aja he he he.

Keingetan gimana sih, Sar?

Keingetan aja, sebentar lagi Sarah dan teman-teman di kampus mulai asing karena tidak adanya perkuliahan. Asing untuk sebuah pertemuan. Asing untuk saling memberi senyuman. Yap, masing-masing akan merasa terasingkan, nantinya.

Keingetan juga, kalau setiap detik yang berlalu beberapa hari kemarin, pas Sarah bareng mereka, masih bisa asik ketawa bareng-bareng, masih ada kebersamaan yang hangat, masih bisa kumpul dan bercerita.

Terus keingetan kalau kebersamaan yang sudah terjalin di tiga tahun terakhir, bisa jadi segera berakhir. Bukan berakhir karena memang diinginkan untuk berakhir, tetapi berakhir karena perkuliahan untuk menggapai gelar sarjana akan segera berakhir. Semua berakhir atas izin-Nya, sebagaimana awal pertemuan dan kebersamaan Sarah dan teman-teman yang tidak dijadwalkan.

Singkatnya sih dengan penggalan lagu itu, Sarah menitipkan pesan untuk teman-teman di kampus seperti isi penggalan lagu tersebut.

Memang, masih banyak proses yang belum terlewati, karena Sarah pengen proses itu bisa bareng-bareng dilewati sebelum perkuliahan benar-benar berakhir. Meski kata orang-orang, "tingkat akhir lebih berasa asing karena jalan sendiri-sendiri", seenggaknya Sarah ingin mencoba mematahkan argumen orang-orang diluar sana.

Gini-gini amat ya dilema si mahasiswi tingkat akhir.

Mau lulus diawal waktu tapi belum siap ngerasa asing tanpa teman-teman dan tanpa rutinitas kampus. Ditambah banyak proses A sampai Z yang sejujurnya mulai lelah dilalui kalau seorang diri. Ditambah tuntutan zaman yang lebih sering menilai sukses dengan rupiah.

Mau lulus tepat waktu tapi diri pengen bisa ngebanggain diri sendiri dengan lulus diawal waktu.

Mau lulus lebih dari waktu yang semestinya, itu gak ada dalam rencana hidup ke depan.

Susah ya kalau semua dipikirin, untung aja Sarah sekarang bisa nulisin apa yang dipikirin, jadi gak ngerasa susah-susah amat. Berkurang lah seenggaknya setetes beban hidup sebagai mahasiswa tingkat akhir.

Maafin Sarah kalau terlalu umum dan kesana kemari nyeritain dilema yang lagi dirasa. Maafin juga, kalau Sarah terlalu berlebihan memaknai kebersamaan tiga tahun terakhir, semua itu terjalin memang karena rasa sayang. Sengaja diumbar-umbar, biar tau kalau Sarah itu penyayang. Sombong gapapa dong? Eh hahaha.

Terima kasih. Pokoknya terima kasih. Sekali lagi, terima kasih.

Semoga curhatan ini bisa menjadi jembatan untuk silaturahmi antara Sarah dan rekan-rekan pembaca. Sampai jumpa ditulisan selanjutnya, jika ada izin-Nya buat Sarah curhat lagi di blog.

Dadah!
Wassalamualaikum

Minggu, 15 Oktober 2017

Halo

Assalamualaikum semuaaaaa!

Iya semua, yang di Bandung, yang di Bogor, atau bisa juga yang di Jakarta, eh atau lagi pada di rumah aja kaya Sarah?

Sehat kan sehat? Sarah kangen bisa "nulis santai" kaya gini, ya walaupun yang baca tulisannya juga cuma satu - dua orang, hiks.

(Nulis santai; ungkapan Sarah untuk kegiatan nulis di blog, yang kadang menjurus ke curhat dan menyalurkan hobi nulisnya tanpa dibantu teori dari buku namun kadang dilatarbelakangi oleh pengalaman pribadi maupun latar belakang cerita orang lain)

Oh iya, rekan pembaca apa kabar? Terlalu lama dianggurin ya kayanya sama Sarah, apalagi tampilan blognya "bulukan". Udah sebulan lebih gak ada postingan. Masih mau tapi jadi pembaca setia blog saraphaaan?

Harus mau dong! Yaa yaaa yaaaa, maksa ini sih Sarahnya hahaha.

Dipostingan kali ini, bakal diusut Sarah sibuk apa sih sampai gak ada waktu buat "nulis santai". Bukan gak ada waktu, emang Sarah aja yang gak bisa ngatur waktu lebih greget. Dan, sengaja judul postingan sekarang cuma "Halo", biar sesuai sama keadaan aku kamu yang udah lama gak tegur sapa. Eh keadaan Sarah sama rekan pembaca maksudnya hahaha.

And now, mulai usut Sarah sibuk apa?

Hem, sebelumnya izin minta maaf karena terlalu lama nganggurin. Dimaafin ya rekan pembacakuh hehe. Oke langsung lanjut ya, Sarah mau cerita sedikit sebulan lebih kemana aja dan ngapain aja.

Kalau kepo, lanjut bacanya. Kalau gak kepo, ya tetep lanjut bacanya dong, sayang. Ups.

- - - - - - -

Kemana aja?

Sarah kemana-mana. Kadang pulang ke rumah di Bogor. Pernah pulang ke rumah nenek di Sumedang. Pernah diem aja di kosan, gak kemana-mana. Yang pasti kalau hari-hari biasa, Sarah bolak balik ke kampus buat kuliah.

Ngapain aja?

Sarah kuliah, udah jelas sih itu karena di semester tujuh sekarang masih ada tujuh mata kuliah yang perlu dituntut ilmunya. Ditambah mata kuliah berbobot praktik, yang suka gak suka, merenggut waktu lebih banyak di luar waktu kuliah yang ada.

Sarah juga lagi persiapan SUPS (Seminar Usulan Proposal Skripsi). Di SUPS itu tuh, Sarah banyak nulis tapi gak nyantai, karena yang di tulis proposal skripsi, yang perlu banyak teori dan pilihan kata ilmiah yang sesuai. Bikin mumet kalau boleh jujur.

Kalau mau tau proposal skripsi itu apa? Sarah bahas dipostingan khusus tentang "wisuda", gak janji tapi ya. Nanti dosa kalau Sarah janji tapi gak ditepatin.

Di semester sekarang juga, Sarah ikut kursus persiapan TOAFL. Ini bikin mangap berlebihan, karena sejujurnya masih gak ngerti cara belajar Bahasa Arab yang diajarkan. Belum lagi bentuk tulisan yang beda, makin berasa dah sensasi belajarnya yang sedikit menguras pikiran.

Selain kursus, Sarah juga ada bimbingan tahfidz juz 30. Di bimbingan ini, dipersiapkan jiwa dan mental calon wisudawan dan wisudawati biar mantap kalau nanti sidang tahfidz, menurut Sarah sih itu.

Terakhir kayanya ini, Sarah sibuk mempersiapkan nikah. Eh bukan hahaha, Sarah lagi mempersiapkan kegiatan di organisasi daerah dan di organisasi jurusan. Persiapannya pasti bareng panitia yang lain, gak mungkin sendirian. Jadi, ada jadwal tambahan buat rapat biar kegiatannya sukses.

- - - - - - -

Cukup. Sarah mulai ngantuk. Lucu tau kalau Sarah ngantuk, tapi bohong hahaha.

Terima kasih sudah baca sampai sini. Terima kasih sudah membiarkan Sarah curhat kesana kemari. Dan terima kasih untuk segalanya.

Jaga kesehatan. Ingat keluarga, sahabat dan orang-orang terdekat yang selalu mendambakan kebersamaan. Maka dari itu, dijaga kesehatan biar tetap terjalin kebersamaan.

Sampai jumpa lagi, nanti.

Wassalamualaikum semuaaaa.

Selasa, 12 September 2017

KKN Sisdamas 2017 - Chapter 5

Assalamualaikum

Huah tiga minggu lebih ya. Maaf, entah butuh berapa kali maaf biar dimaafin. Sarah gak bisa komitmen buat nulis tiap hari minggu selama KKN dan sekarang KKN-nya juga sudah selesai.

Sarah jelasin dikit ya biar meredakan kecewa rekan-rekan pembaca. Alasan pertama, di minggu ketiga KKN setelah acara lomba 17-an kenapa gak update blog?

Sarah sibuk kumpulin data untuk laporan individu KKN. Setelah ke kumpul, mood Sarah untuk nyusun gak ada. Jadi lah di hari Minggu itu mau nulis di blog tapi kepikiran laporan KKN dan akhirnya belum jadi nulis.

Lalu alasan kedua, di minggu terakhir KKN kenapa gak update blog?

Karena sibuk acara puncak 17-an yang berisi penampilan bintang tamu sekaligus penutup untuk kelompok KKN 233 di RW 12 Desa Sariwangi. Full acara dari hari Minggu pagi sampai malam, lumayan kan tuh.

Dan alasan ketiga kenapa gak nulis di satu minggu setelah KKN yaitu Sarah baru medarat di Bandung jam 19.30 dan itu sesak karena bau ketek di angkot yang kena macet. Selain itu, ya karena sudah mulai keganggu antara nyusun laporan individu dan laporan kelompok KKN ditambah ada tugas yang harus dikumpulin.

Terima kasih bisa terima alasan-alasan Sarah yang mungkin gak mudah diterima begitu saja. Sarah mohon izin menutup chapter ini sebagai akhir dari rangkaian tulisan selama KKN Sisdamas 2017. Semoga memberikan kesan baik bagi rekan-rekan pembaca.

Sampai jumpa di tulisan-tulisan berikutnya!
Wassalamualaikum