Tampilkan postingan dengan label contoh puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2019

Lebih Dekat - (Puisi)

Lebih Dekat

Karya: Sr. Azzahra


Tuhan, seperti ini kah keistimewaan?
Tak diharapkan
Namun selalu berdatangan

Tuhan, seperti ini kah ketenangan?
Harus lebih dekat
Dengan mendekap lebih erat

Tuhan, seperti ini kah yang harusnya ku temui sejak lama?
Aku bergetar merasanya
Aku ketagihan akan perjalanannya


Bandung
20 April 2017


Rabu, 15 Mei 2019

Puncak Gelisah - (Puisi)

Puncak Gelisah

Karya: Sr. Azzahra

Hitam, langit malam hitam
Tapi sehitam apa pun langit malam
Menjadikannya tempat bercengkrama lebih tentram

Penat, malam ini penat
Karena langkah kaki sudah berat
Dan mata sudah menuntut terlelap

Tidak dengan tangan yang masih ingin bermain
Lebih tepatnya, kembali bermain
Main dengan kata dan keindahannya untuk sastra

Tangan ini cemburu
Dan tentu, tangan ini di puncak gelisah
Melihat yang lain tetap menjiwakan kata untuk karya mereka


Bandung
10 April 2017

Selasa, 02 April 2019

Kemungkinan Berfungsi - (Puisi)

Kemungkinan Berfungsi

Karya: Sr. Azzahra

Selamat tidur,
Untukmu yang tak pernah mendengkur, katamu
Selamat bermimpi,
Untukmu yang beberapa waktu tak kutemui


Bagaimana kesehatanmu?
Aku rasa, kamu baik-baik saja tanpaku
Bagaimana bahagiamu?
Aku harap, kamu tetap bahagia meski bukan denganku


Kebersamaan aku dan kamu sudah lama
Meskipun tanpa pertemuan
Jika ada yang salah pada keadaanmu
Tak tenang, rasaku


Begitu, iya begitu
Kemungkinan berfungsi
Hatiku yang mampu mendektesi
Dalam jarak jauh untuk orang yang ku sayangi


Sajakku ini ku harap sampai dipangkuanmu
Walau mungkin,
Kamu enggan membaca sajakku


Sebagai penutup
Kabarku baik,
Tapi tidak sebaik jika denganmu
Jika kamu ingin tau itu


Bogor
02 Februari 2017

Jumat, 09 Februari 2018

Terburu Nafsu - (Puisi)


Terburu Nafsu

Karya: Sr. Azzahra

Terburu
Aku rasa terburu
Mungkin hanya rasaku

Sendu
Aku rasa sendu
Mungkin hanya rasaku

Perlu
Aku rasa perlu
Mungkin hanya rasaku

Rancu
Aku rasa rancu
Mungkin hanya rasaku

Terburu nafsu
Sendu merindu
Perlu menunggu
Rancu tak ada kamu
Bandung
04 Maret 2017

- - - - - -

Assalamualaikum

Sarah kembali tanpa cerita baru. Gak apa-apa yakan?

Sabar, nanti Sarah update kok sama cerita baru. Bukan janji palsu, beneran ini mau update, tapi nanti ya. Sabar duluuu.

Biar kepo, nih salah satu foto buat update selanjutnya;


Emang sih itu ngambil foto dari insta story instagram Sarah, tapi ya dari foto itu sedikit ngasih bocoran Sarah mau bahas apa dan ngebahasnya gak sendirian. Yey!

Karena di update yang selanjutnya, Sarah mau kolaborasi bareng seseorang bikin ulasan tentang tempat wisata. Penasaran?

Ditunggu aja ya update selanjutnya. Sambil nunggu, boleh kok follow instagram Sarah; usernya @saraphaaan.

See you. Wassalamualaikum

Senin, 08 Januari 2018

Menanti - (Puisi)

Menanti

Karya: Sr. Azzahra

Waktu terlalu jauh berjalan
Memberikan jarak yang datangnya tiba-tiba
Aku ingin yang berjalan dihentikan
Agar hidupku kembali penuh warna

Senyummu warna hidupku diseberang sini
Sekedar senyummu,
Tak lebih dari itu
Walau aku tahu senyum itu bukan hanya untukk

Tapi aku mohon,
Saat ini kembalikan senyummu untukku
Meski itu sesaat
Meski itu selewat

Sampai kapan aku harus menanti?
Kini aku tak berdaya,
Karena hidup tanpa senyummu
Hilang lah daya tahan tubuhku

Aku harap kamu merasa
Aku harap kamu segera,
Segera kembali bersama senyummu

Bandung
07 Februari 2017

- - - - - - -

Assalamualaikum

Sarah kembali. Tau gak? Sekarang, Sarah lagi nonton pertandingan Barcelona vs. Levante loh. Mumpung di rumah, mumpung ada tv, sombong dikit gapapa ya, muehehe.

Oh iya. Mumpung masih awal tahun, masih awal bulan juga, jadi masih semangat-semangatnya buat update di blog. Terus, mumpung udah beres UAS juga, jadi rada kosong lah kegiatan Sarah. Padahal sejujurnya update ini tuh karena pengen update di blog tapi belum ada pembahasan baru tentang "Mahasiswa Tingkat Akhir" yang mau dibahas. Beralibi dikit ini ceritanya.

Jangan ditanya kenapa pengen update, karena gak ada alasan yang cukup meyakinkan. Males beragumen, tapi lagi pengen aja menyapa rekan-rekan pembaca.

Gitu aja ah menyapanya. Sarah bingung mau nulis apalagi. Jaga kesehatan selaluuu.

See you! Wassalamualaikum

Sabtu, 30 Desember 2017

Kamu, Lagi - (Puisi)

Kamu, Lagi

Karya Sr. Azzahra

Ini tentang kamu, lagi
Mengisahkan kamu, lagi
Begitu juga karya-karyamu, lagi
Iya kamu, lagi


Hebatnya kamu,
Membuka jendelaku menatap dunia aksara
Terhirup aroma-aroma diksi penuh makna
Diksi yang terangkum dalam karya


Tentu saja kamu,
Diksi yang terangkum itu kisahmu
Sebuah karya yang buatku terpacu
Agar selalu berdetak duniaku


Singkatnya, aku berdetak dengan karyamu,
Karyamu ada dari kisahmu,
Kisahmu ada karenamu,
Dan karenamu, aku berdetak di dunia aksara



Depok
28 Januari 2017

- - - - - - -

Ciluk? Baaaaa!

Hayo kaget gak? Pasti gak, iya Sarah tau kok. Maaf ya update dulu puisi di blog, udah lama yakan Sarah gak update puisi.

Oh iya lupa, Sarah belum ngasih salam.

Assalamualaikum semuaaaaa~

Nanti kalau sempat dan Sarah begadang, ada update baru juga kok tentang "Mahasiswa Tingkat Akhir". Sengaja gak ngejanjiin update, takut dibilang PHP - pemberi harapan palsu.

Tau gak? Jalanan ramai banget loh di luar, walaupun tadi sore diguyur hujan (daerah Sumedang dan sekitarnya).

Gak pada dingin gitu yang kumpulan bareng teman-teman geng motornya? Oh iya, gak dingin lah. Namanya kumpul bareng teman, suka mendadak hangat gitu berasanya, meskipun hanya obrolannya yang hangat.

Tapi seramai apapun jalanan, tetap gak ada yang bisa meramaikan kesepian yang Sarah rasa malam ini. Ups.

Aw, curhat tuh kan Sarah?

Gak deng, gak curhat, itu sekilas info aja hahaha. Selamat malem mingguan rekan-rekan pembaca.

See you!

Wassalamualaikum

Rabu, 12 Juli 2017

Penjajah Hati - (Puisi)

Penjajah Hati

Karya Sr. Azzahra

Jika kamu berharap ini romantis, salah
Karena ini, sekedar penyampaian isi hati
Tanpa ingin melukai siapa pun diantara kami
Maka aku harap, tak ada hati yang mengikuti

Pikiran aku kacau
Kemarin malam pun meracau
Memikirkan tentang kami
Dan segala kisah bertalikan persahabatan

Teringat ucapnya tempo hari
Antusiasmenya melebihi perjuangan akademisi
Namun ketika perbincangan itu datang kembali, dia pun kembali;
Menjauhi lubang berisi segala komitmen penuh janji

Aku tak bisa, ungkapnya
Apa alasanmu, tanyaku
Kudengarkan baik-baik, keluh dan kesahnya
Kusimpulkan, ini ulah penjajah hatinya

Penjajah itu berkata padanya
Untuk apa, untuk apa, untuk apa
Mengulang pertanyaan yang sama
Hingga dia merasa tak ada guna meninggalkan zona nyamannya

Penjajah hati itu kini sudah menjadi penjajah diri, menurutku
Memaksanya untuk tetap berjalan
Tanpa memperbolehkannya berlari;
Berlari kemudian melompat lebih tinggi untuk menggenggam prestasi non akademik

Sayang, ingin hati kini tinggal angan
Mungkin sekali ada perbedaan, tetap saja kami berbeda
Aku dengan diriku
Dia dengan dirinya dan tentu, ada penjajah hatinya

Coba pahami oleh kamu, penikmat kata
Salah kah, jika perjuangan aku lanjutkan?
Melepaskannya diantara kami,
Yang siap berdedikasi untuk berevolusi

Tidak, aku tidak melepaskan tali yang sudah terikat
Aku hanya melepaskan apa yang menahanku untuk siap gerak ditempat
Karena kebersamaan kami, tetap tanggungjawab kami
Sedangkan dedikasi berevolusi, biarlah menjadi tanggungjawabku seorang diri

Bogor
24 Januari 2017

Selasa, 27 Juni 2017

Andai Bisa Ditertawakan Saja - (Puisi)

Andai Bisa Ditertawakan Saja

Karya Sr. Azzahra

Diawali dengan basmalah
Agar tak ada lagi gelisah
Sayang, indahnya purnama kalah
Terkalahkan oleh rasa bersalah

Entah, seakan berada di tempat antah berantah
Ada banyak langkah,
Namun tak jelas arah
Ya begini, ketika diterpa gundah

Makan tak berselera
Untuk sekedar canda pun susah
Jika seperti ini selalu, ingin memaki diri sendiri rasanya
Dan, seperti ini caraku memaki dan menghinakan jiwa

Selamat tinggal kecewa
Aku turut berduka cita
Kini kau sudah pergi dari diriku yang hina
Harapku, cahaya cinta akan memulihkan aku dengan cara yang lebih bermakna

Sumedang
01 Januari 2017

Selasa, 20 Juni 2017

Eksistensi - (Puisi)

Eksistensi

Karya Sr. Azzahra

Tuhan, bagaimana?
Menggemingkan gejolak di dada
Memadamkan emosi yang ada
Sungguh tak kuasa aku menyembunyikannya

Cemas
Aku cemas
Aku ulangi,
Aku cemas

Tuhan, aku cemas
Cemas mencari bukti
Cemas menanti hari
Untuk sebuah eksistensi

Mohon maaf
Maaf atas khilafku
Aku ulangi,
Maaf atas khilafku

Tuhan, tolong maafkan
Jika aku terlalu banyak permintaan
Jika aku terlalu banyak pengharapan
Tolong maafkan, Tuhan

Bogor
28 Desember 2016

Jumat, 02 Juni 2017

Cinta Pertama - (Puisi)

Cinta Pertama

Karya Sr. Azzahra

Mengapa teringat lagi?
Mengapa berharap lagi?
Mengapa aku menyesali sendiri?
Mengapa habis kata ingin merangkai kata menjadi puisi?

Untukmu cinta pertamaku,
Namamu masih tetap dalam ingatku
Kurapalkan dalam doa setelah ibadahku
Bisakah kamu yang menjadi cinta terakhirku?

Maafkan diri ini
Tak bisa lari dari sepi hati
Menyepi tanpa kamu yang mengisi
Menyepi di setiap hari

Maafkan pula diam ini
Memendam cinta tak bertepi
Untukmu lelaki,
Yang dalam bayangku akan kembali

Bogor
12 Desember 2016

Sabtu, 08 April 2017

Sabtu Malam - (Puisi)

Sabtu Malam

Karya Sr. Azzahra

Tuhan, apakah ini ujian?
Sungguh tak kuasa, kubiarkan Sabtu malamku berlalu begitu saja
Tuhan, seperti ini kah proses kedewasaan?
Sungguh luar biasa, gelisah hati ini dibuatnya

Detik demi detik berlalu
Dentingan jam menunjukkan malam pukul sepuluh
Tak ada rasa kantuk
Yang terjadi, hanya ada sebuah senyum kikuk

Tuhan, jika ini tanpa restu-Mu
Izinkan aku kembali pada hangatnya peluk-Mu
Aku khawatir jiwa ini resah tak ada dekat-Mu
Bahkan raga ini lemah tanpa sandaran pada-Mu

Tuhan maaf, aku tak ingin melanjutkan
Mohon jaga aku dari ketidakpastian
Mohon jaga aku dari sekedar persinggahan
Sulit rasanya jika ini terikat tanpa kehalalan

Bogor
11 Desember 2016

- - - - - - -

Assalamualaikum
Ngepos puisi lama dulu ya. Udah sebulan soalnya belum ada stok puisi baru.

Maaf juga cuma bisa menyapa di akhir kiriman kaya gini. Entah, tiap mulai nulis mata lelah, gak bisa lama-lama liat layar hp.

Next, mudah-mudahan bisa ngepos kiriman yang mau dilombain. Ditunggu ya, oke?

Selamat Sabtu malam. Ada salam dari Bandung buat kamu, kapan akan kembali berkunjung? Katanya, rindu ini sudah tak bisa dibendung.

Semoga tetap sehat; jiwa, raga dan keuangan. Semoga tetap bahagia; ada dan tak ada Sarah. Dan semoga sapa singkat ini bisa menghapus rindu pembaca dengan tulisan Sarah, iya tulisan Sarah, bukan Sarah-nya:')
Wassalamualaikum

Selasa, 21 Maret 2017

Malam Rabu - (Puisi)

Malam Rabu

Karya Sr. Azzahra

Bagaimana memulainya?
Mungkin biarkan begitu saja
Mungkin pula tak perlu alasan
Seperti hadirnya sebuah tangisan

Malam dingin nan sunyi
Terbakar sudah oleh emosi
Yang marahnya tak tentu arah
Yang kekecewaannya tak punya tujuan

Diksi-diksi itu mengisahkan aku
Tentang sepenggal pilu
Yang tak satu pun orang lain tahu
Bahwa ada tangis di malam Rabu

Bagaimana mengakhirinya?
Mungkin biarkan begitu saja
Mungkin pula tak perlu alasan
Seperti hadirnya kembali sebuah senyuman

Bandung
06 Desember 2016

- - - - - - -

Assalamualaikum

Apa kabar pembaca? Seneng duh bisa update lagi di blog, yeeee. Ini sebenernya, udah mau di update dari beberapa waktu lalu. Tapi karena gak cocok dengan judul, jadi di cancel lagi , di cancel lagi.

Nah! Berhubung sekarang itu malam Rabu, bisa update deh. Ditambah juga, hari ini tanggal 21 Maret adalah hari puisi sedunia. Prok! Prok! Prok!

Sejujurnya, Sarah juga baru tau sih. Berterima kasih aja dengan adanya teknologi komunikasi yang makin canggih, jadi tau kan info tentang hari puisi sedunia.

Oh iya, kalau buat pembaca yang lain gimana? Udah tau kalau sekarang hari puisi sedunia? Atau jangan-jangan baru tau juga kaya Sarah? Hahaha.

Cukup dulu ya sapanya. Mau lanjut tugas, tugas dan tugas. Semoga Tuhan memberikan kesehatan yang lebih buat Sarah dan pembaca semua yang selalu sibuk dengan aktivitasnya. Salam poetry!

Wassalamualaikum

Sabtu, 18 Februari 2017

Keberadaannya - (Puisi)

Keberadaannya

Karya Sr. Azzahra

Wahai pelangi 
Penuh warna-warni 
Mengapa tampak kau indah sekali
Padahal kau hadir setelah langit bersedih 

Wahai rembulan 
Penuh kehangatan 
Mengapa tampak kau sangat menawan 
Padahal kau hadir ketika langit malam membuatku kedinginan 

Wahai cinta 
Yang tak kunjung ada 
Mengapa ketika mendengar tentang engkau, penuh tanda tanya 
Padahal aku, sudah lama menanti keberadaannya 

Bandung 
23 November 2016

- - - - - - -

Assalamualaikum
Selamat malam, sudah santun kah Sarah malam ini?
.
.
.
Gak cocok ah, terlalu jaim, tapi aslinya emang jaim; kalau baru kenal. Kadang dibilang judes, jutek, cuek, ya gitu lah, belom tau aja kalau dijailin Sarah gak kelar dalam lima menit aksi jailnya.

Maaf baru bisa update lagi. Pada kangen kan hayo? Ngaku aja ngaku. Kalau emang gak kangen, bisa dipura-purain kangen aja kan? Biar Sarah seneng gitu, malam minggu di kosan ada yang ngangenin.

Jomblo kebanyakan ngarep yay si Sarah.

Ngomong-ngomong, postingan hari ini pas banget ya buat nemenin malem minggu para jomblo, apalagi yang lagi menanti jodohnya. Hm kaya Sarah. Ups.

Maaf juga buat yang komen di postingan sebelum-sebelumnya kalau gak sempet dibales atau gimana, Sarah masih on blog via smartphone. Belom sempet ngotak-ngatik lagi pengaturan blog, apalagi posting dengan isi yang baru.

Minat nulisnya lagi down, minat baca pun begitu. Padahal kalau ditawarin beli buku, beuh paling semangat. Entah lah, kagum aja sama jumlah buku yang banyak, sampai ngayal punya perpustakaan pribadi. Hm curhat, Sar?

Sedikit inpoh, puisi ini dibikin pas iseng, pas lagi coba-coba ngerangkai kata. Dan endingnya, malah kaya jeritan hati yang sudah lama menanti, pangeran berkuda putih; bukan kuda awk*rin yay. Hiks.

Cukup ya salam sapanya. Semoga masih ada banyak maaf untuk Sarah. Terima kasih sudah membaca:)

Wassalamualaikum
Semoga malam minggunya penuh kebahagiaan, meskipun dilalui seorang diri.

Kamis, 02 Februari 2017

Mengapa Bisa - (Puisi)

Mengapa Bisa

Karya Sr. Azzahra

Terjalin sudah kebersamaan kita 
Tepat tiga ratus tiga hari 
Entah mengapa bisa berbeda 
Sesakku di malam ini

Aku tak memulainya 
Tapi rindu ini menjalar apa adanya 
Menggoda imajiku 
Menjadi liar memikirkanmu 

Ah mengapa bisa?
Aku yang mulai dewasa
Ingin kau manja 
Seperti seorang balita
Pengagum mama 

Berharap sapamu berubah,
Memanggilku cinta 
Sayang, beribu sayang 
Aku hanya sebatas teman tapi mesra 

Bandung 
22 November 2016

Selasa, 24 Januari 2017

Polusi Rindu - (Puisi)

Polusi Rindu

Karya Sr. Azzahra

Ku buka lebar jendela kamar 
Menatap indah luasnya sawah 
Terbuai mesra langit biru mempesona 
Matahari pun menampakan cahayanya 

Sayang, hidup sehat itu sulit 
Sesulit aku menemukanmu kembali 
Kamu tau, saat ini udara disekitarku hitam 
Penuh dengan polusi rindu 

Kotor udara yang ku hirup 
Tercemar sudah dengan kerinduan 
Aku rasakan sesak dada ini
Harapku perjumpaan kita, kelak jadi obatnya

Bandung 
15 November 2016

- - - - - - -

Selamat pagi, ah senangnya bisa menyapa dunia maya di pagi yang cerah. Cerah kalau di Bogor, khususnya Bojonggede, kalau kota lain gimana? Coba lah bantu-bantu komen biar bagi info.

Apa kabar nih? Semoga sehat ya, apalagi itu dompetnya, semoga selalu sehat haha. Tumben bisa bersapa di pagi hari ini kaya gini, tumben kan? Hahaha. Ya ini efek samping kali ya, dari lamanya keinginan nulis tapi gak nulis-nulis sejak beberapa hari yang lalu.

Mau ada info penting yang gak penting-penting amat sih kayanya. Eh tapi penting deng, penting. Info apa coba?

INFO UNTUK PARA COPY PASTE KARYA, yaps begini infonya. Teruntuk para copy paste karya, khususnya karya Sarah, menurut Sarah copy paste itu ya sah-sah aja. Sah? Alhamdulillah, halal bro!

Eh bukan, bukan sah kaya gitu. Sah itu ya berarti Sarah perbolehkan. Asique kan asique? Tapi, ini yang pentingnya nih, tapi tolong tuliskan di puisi itu karya Sarah Azzahra atau bisa kalian cantumkan link blog Sarah saraphaaan.blogspot.co.id atau mau yang lebih spesifik link puisi Sarah - Polusi Rindu, http://saraphaaan.blogspot.co.id/2017/01/polusi-rindu-puisi.html atau cantumkan apa pun yang menjelaskan bahwa itu karya Sarah, bukan karya kalian. Karena menurut Sarah dengan membubuhkan nama di puisi yang kalian copy paste untuk tugas dan untuk keperluan lainnya, sangat menjelaskan bahwa kalian para copy paste yang mampu menghargai para penyaji karya.

Oke cukup, gitu aja sih sebenernya. Tambahan info penting lainnya yakni info ini berlaku untuk semua jenis karya orang lain yang ingin kalian copy paste. See you!

Muah
Tolong rindukan aku!

Sabtu, 31 Desember 2016

Terbakar - (Puisi)

Terbakar

Karya Sr. Azzahra

Air siang tadi terjun bebas
Aku bersembunyi dari air
Salahku yang bersembunyi
Semakin sore semakin takut air

Gaduh riuh gemuruh
Benci aku bersembunyi,
Jika bersama keadaan seperti itu

Ingin aku berlari
Tapi aku sudah berapi,
Tanpa ia ketahui

Jangan, tahannya
Tetap disini, rengeknya
Kubiarkan bertahan
Kubiarkan tetap bersembunyi dengannya

Langit pun gelap, air tetap terjun bebas
Diri ini terbakar
Aku pulang, pamitku
Lari tanpa menatap sinar matanya

Lari namun daku merasa diikuti
Banyak tanda tanya yang juga berlari
Mengapa mengapa mengapa
Kubiarkan semua tetap mengapa

Bandung 
11 November 2016

- - - - - - -

Selamat siang, yey 2016 abis. Jadi gimana nih apa aja yang udah dicapai di tahun ini? Banyak yang membahagiakan? Ya setidaknya, kalaupun banyak yang mengecewakan, bersyukur aja sebanyak-banyaknya, biar gak berasa banget kecewanya.

Mulai bosen sama isi blog Sarah yang cuma copas copas puisi lama dari wattpad ke blog? Duh, maaf ya. Bingung mau diisi apa lagi.

Mau di isi sama cerpen lagi, suka langsung kepikiran lanjut project novel yang entah kapan kelarnya. Hiks.

Mau di isi sama curhatan yang berorientasi kehidupan sehari-hari, duh diusahakan secepatnya yay. Perlu malam dan sunyi supaya cepat berekspresi.

Jadi ditunggu dulu ya. Sampai bertemu di 2017, semoga masih diizinkan bersama, meskipun hanya bersama lewat karya.

Muah
Tolong rindukan aku!

Sabtu, 24 Desember 2016

Tenggelam - (Puisi)

Tenggelam

Karya Sr. Azzahra

Langit Bandung gelap
Semakin gelap semakin deras 
Gemiricik sudah berubah 
Berubah pula menjadi deras 

Aku diantara deras 
Berharap kamu datang,
Datang bersama cahaya 
Sebagai obat luka 

Nyatanya kamu datang, 
Kamu datang diantara deras 
Cahayamu sudah miliknya 
Obat luka ku jadi miliknya 

Bersama deras aku menangis  
Bersama gelap aku menangis
Tak ada yang tahu 
Sederas apa air mataku malam ini 

Bandung 
10 November 2016

Rabu, 14 Desember 2016

Pisah - (Puisi)

Pisah

Karya Sr. Azzahra

Tertunduk lesu 
Dibawah langit sendu 
Aku tertipu 
Oleh bayang tentangmu 

Kemana kamu?
Dimana kehadiranmu?
Kamu menjanjikan waktu 
Tapi tak kunjung bertemu 

Sungguh aku menyerah 
Kaki ini sudah lelah melangkah 
Hati ini sudah terlanjur pasrah 
Di detik ini aku katakan, kita pisah 

Kelak, kamu akan sadar 
Kelak, aku pun sadar 
Aku tak selemah pikirmu
Kamu tak semenarik anganku 

Bandung 
19 Oktober 2016

Jumat, 09 Desember 2016

Canda Tawa - (Puisi)

Canda Tawa

Karya Sr. Azzahra

Kutatap indah langit 
Penuh bintang nan cemerlang 
Teringat sinarnya kembali terang 
Dibalik redupnya senja tadi 

Yang baru tentang aku dan dia 
Kisah kasih terajut kembali 
Canda tawa penuh suka 
Tak ada jarak, tanpa spasi 

Citaku, aku dan dia tetap 
Tetap bersama untuk bahagia
Tetap menjaga apa yang sudah ada 
Tetap dengan kenangan dan ragam cerita 

Bandung 
12 Oktober 2016

Senin, 28 November 2016

Masih Tentang Kamu - (Puisi)

Masih Tentang Kamu

Karya Sr. Azzahra

Aku penikmat 
Penikmat secangkir kopi, di sore hari
Dengan nikmatnya bait demi bait 
Puisi penuh diksi 

Jelas, saat ini jelas 
Puisi itu karyamu 
Bisa dinikmati siapa saja 
Termasuk aku, yang kecanduan karyamu 

Palsu, aku memalsukan beberapa hal 
Bukan diksi pada puisi yang kunikmati saat ini 
Bukan pula karyamu yang menjadi candu untukku 
Kamu tau maksudku?

Tepat, semua ini masih tentang kamu 
Aku bersenyembunyi dibalik karyamu 
Menikmati pesonamu dibalik diksi-diksimu
Menikmati segala proses yang ada dengan menunggu

Bandung 
06 Oktober 2016